Jalan Kaki dan Sains Gerak Tubuh: Seberapa Cukup Aktivitas Fisik Harian Kita?
Tidak semua orang menjalani rutinitas olahraga berat seperti jogging, berenang, atau berlatih di pusat kebugaran. Bagi sebagian individu, aktivitas fisik harian cukup dilakukan melalui gerakan sederhana seperti berjalan kaki pada pagi atau menjelang sore hari, termasuk selama bulan puasa. Pertanyaannya, sejauh mana aktivitas tersebut dinilai cukup atau justru kurang dari sudut pandang ilmiah?
Secara biologis, tujuan utama olahraga adalah menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Setiap kontraksi otot meningkatkan aliran darah, suplai oksigen, serta distribusi glukosa ke seluruh jaringan, termasuk otak. Aktivitas fisik juga merangsang pelepasan zat kimia seperti endorfin dan dopamin yang berperan dalam pengaturan suasana hati dan konsentrasi. Gerakan memberi sinyal metabolik bahwa tubuh berada dalam kondisi aktif, bukan dalam mode hemat energi.
Dari sisi kardiovaskular, olahraga membantu menjaga elastisitas pembuluh darah, mengontrol tekanan darah, serta meningkatkan sensitivitas insulin. Individu yang rutin bergerak cenderung memiliki profil metabolik yang lebih stabil dibandingkan mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi duduk. Gaya hidup sedentari diketahui berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular.
Aktivitas fisik juga berperan penting dalam mempertahankan massa dan kekuatan otot. Tanpa stimulus mekanis yang cukup, jaringan otot akan mengalami penurunan massa secara bertahap. Kondisi ini dikenal sebagai sarcopenia, yaitu penurunan progresif massa dan kekuatan otot yang umumnya terjadi seiring pertambahan usia. Sarcopenia tidak hanya berdampak pada penampilan fisik, tetapi juga menurunkan fungsi gerak, keseimbangan, serta meningkatkan risiko jatuh pada usia lanjut.
Lalu berapa jumlah aktivitas yang dianggap memadai? Rekomendasi dari World Health Organization menyarankan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu. Praktisnya, ini setara dengan berjalan cepat sekitar 30 menit per hari selama lima hari dalam sepekan.
Terkait jumlah langkah, angka 10.000 langkah per hari kerap dijadikan patokan populer. Namun berbagai penelitian menunjukkan manfaat kesehatan sudah terlihat pada kisaran 6.000 hingga 8.000 langkah per hari, dengan penyesuaian berdasarkan usia dan kondisi kesehatan individu.
Aktivitas dinilai kurang apabila keseharian didominasi duduk tanpa kompensasi gerak yang memadai. Sebaliknya, aktivitas bisa dikategorikan berlebihan bila intensitas dan durasinya melampaui kapasitas tubuh, ditandai kelelahan berkepanjangan, nyeri sendi yang menetap, atau gangguan pemulihan.
Dalam kerangka ilmiah, jalan kaki santai yang dilakukan konsisten dan berdurasi cukup sudah termasuk intervensi kesehatan yang efektif. Olahraga tidak selalu harus berat; yang utama adalah memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh untuk bergerak setiap hari.

Posting Komentar untuk "Jalan Kaki dan Sains Gerak Tubuh: Seberapa Cukup Aktivitas Fisik Harian Kita?"