Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, langsung menuju lokasi bersama Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, serta Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Ketiganya meninjau proses evakuasi sekaligus memastikan penanganan korban berjalan cepat melalui koordinasi lintas instansi, termasuk PT KAI, KAI Commuter, Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan tenaga medis.
“Prioritas utama kami malam ini adalah keselamatan dan penanganan korban. Semua harus tertangani cepat dan tepat,” ujar Tri di lokasi kejadian.
Korban luka dan meninggal dunia telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, yakni RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan RS Primaya. Pemerintah Kota Bekasi juga menyiagakan fasilitas kesehatan, armada ambulans, serta dukungan tenaga medis untuk memastikan seluruh korban tertangani tanpa keterlambatan.
Proses evakuasi berlangsung intensif namun tidak mudah. Petugas menghadapi kendala saat harus membongkar bagian lokomotif yang menghantam hingga masuk ke dalam gerbong KRL. Hingga proses berlangsung, enam hingga tujuh penumpang dilaporkan masih terjebak di dalam rangkaian.
Kapolda Metro Jaya menyebut jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring proses evakuasi yang terus berjalan. Di lokasi, ambulans tampak hilir mudik, sementara petugas fokus membuka akses pada gerbong yang mengalami kerusakan paling parah di bagian belakang.
Berdasarkan informasi awal, kecelakaan bermula dari insiden di perlintasan sebidang dekat arah Bulak Kapal, ketika sebuah kendaraan taksi tertabrak KRL. Peristiwa itu menyebabkan KRL berhenti di jalur, sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo yang melaju di lintasan yang sama.
Pemerintah Kota Bekasi juga membuka posko informasi dan pendampingan bagi keluarga korban. Masyarakat diimbau tidak berkerumun di sekitar lokasi agar proses evakuasi berjalan lancar.
Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung, sementara penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Posting Komentar untuk "Evakuasi Korban Tabrakan KA dan KRL di Bekasi Timur Langsung Dikoordinasikan Pemkot Bekasi"