Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, Monitoring Penerapan Enam SPM

Ketua Posyandu Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, melakukan monitoring pelayanan kesehatan masyarakat di Posyandu PKK Kota Bekasi (Istimewa)

 TP PKK Kota Bekasi Monitoring Layanan Posyandu, 

KOTA BEKASI – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi Wuri Handayani melakukan monitoring penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu Kenari RW 04, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Senin (13/4/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi jajaran Pokja 4 TP PKK Kota Bekasi.

Monitoring dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap implementasi pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah kepada masyarakat. Enam SPM tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta layanan sosial. Keberadaan standar tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan dasar secara layak, merata, dan berkualitas.

Dalam kunjungan itu, TP PKK Kota Bekasi juga menyoroti masih adanya kekhawatiran sebagian orang tua terkait pemberian vaksin dan vitamin A kepada anak. Temuan tersebut menjadi perhatian khusus lantaran dapat memengaruhi capaian pelayanan kesehatan dasar di lingkungan masyarakat.

Wiwiek Hargono menegaskan, kader Posyandu memiliki peran vital sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat lingkungan. Karena itu, ia meminta agar kapasitas kader terus ditingkatkan agar mampu memberikan edukasi yang tepat, persuasif, dan berbasis pengetahuan kepada masyarakat.

Menurutnya, kader harus aktif membangun komunikasi dengan warga sekaligus berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk memperkuat capaian program imunisasi dan pemberian vitamin A bagi anak.

“Para kader memiliki peran strategis sebagai ujung tombak di masyarakat. Diperlukan pendekatan yang lebih kreatif dan komunikatif agar masyarakat semakin memahami pentingnya layanan kesehatan dasar bagi tumbuh kembang anak,” ujar Wiwiek.

Ia juga menekankan bahwa tantangan ke depan bagi para pengurus PKK maupun kader di wilayah adalah kemampuan untuk terus berinovasi dalam menyosialisasikan program-program pemerintah secara efektif di tengah masyarakat.

Lebih jauh, Wiwiek menjelaskan bahwa Posyandu saat ini tengah diarahkan menuju transformasi sebagai pusat layanan dasar terintegrasi. Tidak lagi semata berfokus pada layanan kesehatan ibu dan anak, Posyandu diharapkan mampu menjadi ruang pelayanan masyarakat yang mencakup berbagai aspek kesejahteraan sosial.

“Transformasi Posyandu terus menunjukkan progres yang positif. Ke depan, Posyandu diharapkan menjadi pusat layanan yang mampu menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat secara terpadu,” katanya.

Selain fungsi pelayanan, Posyandu juga dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat pendataan masyarakat yang terintegrasi dengan perangkat daerah terkait. Data yang dikumpulkan melalui Posyandu dapat menjadi dasar dalam mengidentifikasi persoalan sosial sejak dini sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Wiwiek kembali mengingatkan bahwa kader Posyandu tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan pelayanan, tetapi juga sebagai pelopor dan pelapor di lingkungan masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus peka terhadap berbagai persoalan sosial yang muncul di wilayahnya.

Melalui kolaborasi antara TP PKK, kader Posyandu, Puskesmas, dan perangkat daerah, Pemerintah Kota Bekasi berharap kualitas pelayanan publik terus meningkat dan mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas.

Posting Komentar untuk "Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, Monitoring Penerapan Enam SPM"