Dalam forum yang dihadiri sekitar 150 pengusaha muda itu, Tri menyoroti masih minimnya keterlibatan pelaku usaha lokal dalam lelang investasi pemerintah. Ia mencontohkan proyek pengelolaan stadion yang tidak diminati pengusaha asal Bekasi.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius. Pasalnya, potensi ekonomi lokal dinilai sangat besar, termasuk dari sektor parkir kawasan stadion yang diproyeksikan mampu menghasilkan hingga Rp8 miliar per tahun. Ia menegaskan, keterlibatan pengusaha dengan basis pajak di Bekasi penting agar dampak ekonominya kembali ke daerah.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bekasi, Farah Rizky, menyatakan bahwa organisasinya siap menjawab tantangan tersebut melalui penguatan kapasitas anggota. FORBISCAB, kata dia, menjadi momentum untuk mendorong pengusaha muda lebih adaptif dan kompetitif.
Farah menekankan pentingnya evaluasi dalam menjalankan usaha, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Pengusaha dituntut mampu membaca situasi pasar dan melakukan penyesuaian, baik dari sisi promosi maupun kualitas produk.
Ia juga mengingatkan bahwa ketidakmampuan beradaptasi akan berdampak pada keberlangsungan bisnis. Karena itu, HIPMI memprioritaskan peningkatan pengetahuan dan kualitas sumber daya anggotanya.
Selain itu, HIPMI Kota Bekasi menempatkan pendampingan UMKM sebagai salah satu fokus program kerja. Upaya ini mencakup dukungan pembiayaan, literasi bisnis, hingga pengembangan usaha agar pelaku UMKM dapat naik kelas dan terintegrasi dengan arah pembangunan daerah.
Farah berharap kolaborasi dengan pemerintah tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi menghasilkan program konkret yang memberi dampak langsung bagi pelaku usaha.
Seiring pertumbuhan keanggotaan yang kini mencapai 102 pengurus aktif dari sebelumnya 55 orang, HIPMI Kota Bekasi menargetkan lahirnya program kerja strategis yang mampu memperkuat ekonomi daerah yang adaptif dan berdaya saing.
Posting Komentar untuk "Pengusaha Muda Kota Bekasi Didorong Masuk Proyek Strategis, HIPMI Siapkan Penguatan Kapasitas"