KONI Pusat Perkuat Tata Kelola Olahraga Berbasis Riset, Kolaborasi dengan Kampus Terus Didorong

 

DEPOK– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terus mendorong penguatan tata kelola olahraga nasional melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar Sport Management Research: Recent Developments, Trends, and Future Agenda yang digelar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Indonesia, Rabu (24/6/2026).

Seminar yang berlangsung di Auditorium EDISI, Gedung M FIA Universitas Indonesia itu menghadirkan akademisi dan pakar manajemen olahraga dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya Associate Professor sekaligus Head of Department of Management and Strategy Hong Kong Metropolitan University Dr. Bryan Weisheng Chiu, Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK KONI Pusat Dr. Lilik Sudarwati A., S.Psi., M.H., serta Vice President ASEAN Football Federation Dr. (Cand.) Maaike Ira Puspita, S.Hum., M.Si.

Forum tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, mahasiswa, praktisi olahraga, hingga pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan riset, tren, serta agenda masa depan manajemen olahraga. Kegiatan ini juga menjadi langkah memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK KONI Pusat Dr. Lilik Sudarwati mengatakan olahraga saat ini telah berkembang menjadi instrumen penting dalam pembangunan nasional. Menurutnya, olahraga tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas fisik maupun ajang kompetisi, tetapi juga memiliki dampak terhadap aspek ekonomi, sosial, kesehatan, hingga diplomasi.

"Olahraga didorong oleh tiga kekuatan utama, yakni ekonomi, sosial, dan keberlanjutan. Karena itu, tata kelola olahraga harus dibangun di atas fondasi riset, inovasi, dan kolaborasi yang kuat," ujar Lilik.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam penyelenggaraan berbagai ajang olahraga. Meningkatnya jumlah kompetisi harus diikuti dengan pengelolaan limbah dan sampah yang lebih baik agar penyelenggaraan olahraga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Sebagai implementasi komitmen tersebut, KONI Pusat telah menjalankan program pengelolaan sampah pada sejumlah kejuaraan, di antaranya Jakarta Martial Arts Games (JMAE) dan Indonesia Short Course Emerging Series. Program itu dilaksanakan melalui kerja sama dengan Chandra Asri Group, Barito Pacific, dan Barito Renewables untuk mewujudkan kompetisi olahraga yang lebih ramah lingkungan.

Seminar juga membahas peluang besar industri olahraga sebagai salah satu sektor ekonomi masa depan. Meski kontribusi sektor olahraga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini masih sekitar 0,19 persen, angka tersebut dinilai menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih sangat besar apabila didukung tata kelola yang profesional, peningkatan partisipasi masyarakat, dan penyelenggaraan kompetisi yang berkualitas.

Selain itu, KONI Pusat menekankan pentingnya peran Tenaga Penggerak Olahraga (TPO) dalam membangun komunitas olahraga di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan budaya hidup aktif di masyarakat.

Melalui seminar ini, KONI Pusat berharap lahir berbagai rekomendasi berbasis riset yang dapat menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan olahraga nasional sekaligus memperkuat daya saing olahraga Indonesia di tingkat regional maupun internasional.

Posting Komentar untuk "KONI Pusat Perkuat Tata Kelola Olahraga Berbasis Riset, Kolaborasi dengan Kampus Terus Didorong"