Gandeng 12 Kampus, Pemkot Bekasi Latih ASN dan Terapkan One Day English

 

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, usai memimpin sebuah rapat yang digelar di Gedung Teknis Bersama Kota Bekasi, Kecamatan Rawalumbu, Jumat 24/4/2026. (TribunBekasi/RendyRutamaPutra). 

KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menggandeng belasan perguruan tinggi untuk melatih kemampuan komunikasi bahasa Inggris aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Langkah ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas birokrasi menghadapi tuntutan global.

Program tersebut diawali dengan pengukuran kemampuan awal melalui tes yang menyasar kepala dinas, sekretaris, hingga staf yang telah memiliki dasar bahasa Inggris. Setelah itu, peserta akan mengikuti pelatihan intensif selama kurang lebih empat bulan, dengan sistem evaluasi berkelanjutan berbasis perbandingan kemampuan sebelum dan sesudah pelatihan.

Tri menyebut, hampir 12 perguruan tinggi di Kota Bekasi telah menyatakan kesiapan untuk terlibat sebagai mitra pendidikan dan pelatihan. Keterlibatan akademisi diharapkan memastikan kualitas materi serta metode pembelajaran yang lebih terstruktur.

“Targetnya ada peningkatan yang terukur, bukan sekadar ikut pelatihan,” ujarnya saat ditemui di Rawalumbu, Jumat (24/4/2026).

Program ini dirancang berjenjang. Jika hasil angkatan awal dinilai efektif, pelatihan akan diperluas secara bertahap ke level ASN berikutnya, mulai dari eselon III, eselon IV, hingga staf pelaksana, dalam siklus evaluasi tiap empat bulan.

Selain pelatihan formal, Pemkot Bekasi juga mulai menerapkan program One Day English sebagai bagian dari pembiasaan. Kebijakan ini dijalankan setiap hari Jumat dalam skema work from home (WFH), dengan fokus pada pelaksanaan rapat internal di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam implementasinya, ASN didorong menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi utama selama rapat, baik dalam penyampaian laporan, diskusi, maupun presentasi. Pendekatan ini diarahkan untuk membangun kebiasaan penggunaan bahasa Inggris dalam konteks kerja profesional, bukan hanya dalam forum seremonial.

Kemampuan berbahasa Inggris juga akan dijadikan salah satu indikator dalam penilaian jabatan. ASN dituntut tidak hanya mampu berkomunikasi secara lisan, tetapi juga menyusun laporan serta mempresentasikannya dalam bahasa Inggris.

Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah lebih luas Pemerintah Kota Bekasi dalam mendorong transformasi menuju kota bertaraf internasional, dengan penekanan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia birokrasi dan adaptasi terhadap standar global.

Posting Komentar untuk "Gandeng 12 Kampus, Pemkot Bekasi Latih ASN dan Terapkan One Day English"